Langsung ke konten utama

Manusia Makhluk Ibadat



ERA kehidupan yang terus berkembang sangat cepat, membutuhkan tuntunan yang mengarahkan dan menyadarkan perilaku manusia untuk lebih dekat dengan kehendak Sang Maha Kuasa. Kehendak itu dalam bentuk ‘ibadah’ mengabdi kepadaNya dalam seluruh aktifitas kehidupan.
Jika tidak ada umat yang melaksanakan kewajibannya ber ibadah , dikhawatirkan semakin berat beban kehidupan yang harus dipikul karena kemaksiatan dan ketidak patuhan yang semakin merajalela. Kehidupan serba bebas, liar dan tanpa kendali merupakan fakta nyata semakin jauhnya kehidupan manusia dari rel yang telah digariskan oleh Sang Maha Pencipta.

Akibatnya, kehidupan ini kerap dihantui dengan bencana, musibah, dan malapetaka yang datang silih berganti, sebagai buah dari pengingkaran dan keengganan manusia mengikuti petunjuk dan kehendak Allah Subhanahu Wata’ala. Ayat -ayat yang ada layak untuk direnungkan bersama sebagai bahan muhasabah secara kolektif atas perilaku kehidupan manusia sehari-hari.
Ibadat atau Ibadah adalah kata yang diambil dari bahasa Arab ‘Ibadah (عبادة). Dalam terminologi bahasa Indonesia sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ini memiliki arti:
  1. Perbuatan atau penyataan bakti terhadap Allah atau Tuhan yang didasari oleh peraturan agama.
  2. Segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah agama yang harus dituruti pemeluknya.
  3. Upacara yang berhubungan dengan agama.

Ibadah menurut Islam
Disiratkan di dalam Al-Qur'an, pengertian ibadah dapat ditemukan melalui pemahaman bahwa :
  1. Dalam ajaran Islam, manusia itu diciptakan untuk menghamba kepada Allah, atau dengan kata lain beribadah kepada Allah (Adz-Dzaariyaat 51:56).
  2. Manusia yang menjalani hidup beribadah kepada Allah itu tiada lain manusia yang berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Yaasiin 36:61)
  3. Sedangkan manusia yang berpegang teguh kepada apa yang diwahyukan Allah, maka ia berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Az Zukhruf 43:43).
Dengan demikian yang disebut dengan manusia hidup beribadah  kepada sang maha pencipta, yaitu Allah itu ialah manusia dalam menjalani hidupnya selalu berpegang teguh kepada wahyu Allah. Jadi pengertian ibadah menurut Al Quran tidak hanya terbatas kepada apa yang disebut ibadah mahdhah atau Rukun Islam saja, tetapi cukup luas seluas aspek kehidupan yang ada selama wahyu Allah memberikan pegangannya dalam persoalan itu.
Itulah sebabnya mengapa umat Islam tidak diperkenankan untuk memutuskan, mengubah dan menambahkan suatu persoalan hidupnya sekiranya Allah dan rasul-Nya sudah memutuskan perkara itu. Ketika Allah berkehendak apapun dapat terjadi.
“
...dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al Ahzab 33:36).
Berdasarkan pernyataan – pernyataan di atas di turunkanlah sebuah surat yang menyatakan sebagai berikut
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Qs. Adz-dzariat 51:56)
Di sini jelas bahwa fungsi kita hidup ini agar supaya beribadah kepada ALLAH SWT semata. Untuk memenuhi dan menjalankan syariatNya yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW. Menjauhi laranganNya dengan penuh keinsyafan dan ketaatan, penuh iman dan percaya kepada Rasulullah, kitab-kitabnya, kepada para malaikatNya penuh percaya pada terjadinya hari kiamat nanti, percaya bahwa qodo dan qodar, kepastian baik dan buruk itu semata-mata dari Allah SWT.

Begitulah tujuan Allah SWT menciptakan kita, diciptakan sebagai makhluk yang beribadah.Maksudnya disini adalah kita sebagai makhluk yang di ciptakan oleh-Nya wajib menjalankan ibadah dan berbakti kepada Beliau.Seorang muslim akan senantiasa berupaya, segala perilaku kehidupannya mempunyai nilai ibadah.Dan menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai panutan hidup, suritauladan dalam beribadah yang hanya kepada-Nya. Berdasar kepada penjelasan tersebut telah di turunkan sebuah Surat yang menyatakan:
إِلَى اللّهِ مَرْجِعُكُمْ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs. Huud 11: 4)

informasi di atas dikutip melalui link - link berikut:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ibadat
https://cakmaryanto.wordpress.com/2012/08/01/manusia-makhluk-ibadah/
http://palembang.tribunnews.com/2018/09/05/tujuan-manusia-hanya-mengabdi-pada-allah-swt
https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2016/10/11/102431/ibadah-adalah-pembeda-seseorang-dalam-kehidupan.html



Komentar