ERA kehidupan yang terus berkembang sangat cepat, membutuhkan tuntunan yang
mengarahkan dan menyadarkan perilaku manusia untuk lebih dekat dengan kehendak
Sang Maha Kuasa. Kehendak itu dalam bentuk ‘ibadah’ mengabdi kepadaNya dalam
seluruh aktifitas kehidupan.
Jika tidak ada umat yang melaksanakan
kewajibannya ber ibadah ,
dikhawatirkan semakin berat beban kehidupan yang harus dipikul karena
kemaksiatan dan ketidak patuhan yang semakin merajalela. Kehidupan serba bebas, liar dan
tanpa kendali merupakan fakta nyata semakin jauhnya kehidupan manusia dari rel
yang telah digariskan oleh Sang Maha Pencipta.
Akibatnya, kehidupan ini kerap dihantui dengan
bencana, musibah, dan malapetaka yang datang silih berganti, sebagai buah dari
pengingkaran dan keengganan manusia mengikuti petunjuk dan kehendak Allah
Subhanahu Wata’ala. Ayat -ayat yang ada layak untuk direnungkan bersama
sebagai bahan muhasabah secara kolektif atas perilaku kehidupan manusia
sehari-hari.
Ibadat atau Ibadah adalah kata yang diambil dari bahasa Arab ‘Ibadah (عبادة). Dalam
terminologi bahasa Indonesia sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) kata ini memiliki arti:
- Perbuatan atau penyataan bakti terhadap Allah atau Tuhan yang didasari oleh peraturan agama.
- Segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah agama yang harus dituruti pemeluknya.
- Upacara yang berhubungan dengan agama.
Ibadah menurut Islam
Disiratkan
di dalam Al-Qur'an, pengertian ibadah dapat ditemukan melalui pemahaman
bahwa :
- Dalam ajaran Islam, manusia itu diciptakan untuk menghamba kepada Allah, atau dengan kata lain beribadah kepada Allah (Adz-Dzaariyaat 51:56).
- Manusia yang menjalani hidup beribadah kepada Allah itu tiada lain manusia yang berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Yaasiin 36:61)
- Sedangkan manusia yang berpegang teguh kepada apa yang diwahyukan Allah, maka ia berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Az Zukhruf 43:43).
Dengan
demikian yang disebut dengan manusia hidup beribadah kepada sang maha pencipta, yaitu Allah itu ialah manusia dalam
menjalani hidupnya selalu berpegang teguh kepada wahyu Allah. Jadi pengertian
ibadah menurut Al Quran tidak hanya terbatas kepada apa yang disebut ibadah mahdhah atau Rukun Islam saja, tetapi cukup luas seluas
aspek kehidupan yang ada selama wahyu Allah memberikan
pegangannya dalam persoalan itu.
Itulah sebabnya mengapa umat Islam tidak
diperkenankan untuk memutuskan,
mengubah dan menambahkan suatu persoalan hidupnya sekiranya Allah dan rasul-Nya
sudah memutuskan perkara itu. Ketika Allah berkehendak
apapun dapat terjadi.
“
|
...dan
tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan
yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan,
akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan
barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata. (Al Ahzab 33:36).
Berdasarkan pernyataan – pernyataan di atas di turunkanlah sebuah
surat yang menyatakan sebagai berikut
|
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Qs.
Adz-dzariat 51:56)
Di sini
jelas bahwa fungsi kita hidup ini agar supaya beribadah kepada ALLAH SWT
semata. Untuk memenuhi dan menjalankan syariatNya yang telah dibawa oleh
Rasulullah SAW. Menjauhi
laranganNya dengan penuh keinsyafan dan ketaatan, penuh iman dan percaya kepada
Rasulullah, kitab-kitabnya, kepada para malaikatNya penuh percaya pada
terjadinya hari kiamat nanti, percaya bahwa qodo dan qodar, kepastian baik dan
buruk itu semata-mata dari Allah SWT.
Begitulah tujuan Allah SWT menciptakan kita, diciptakan sebagai makhluk yang beribadah.Maksudnya
disini adalah kita sebagai makhluk yang di ciptakan oleh-Nya wajib menjalankan
ibadah dan berbakti kepada Beliau.Seorang muslim akan senantiasa berupaya, segala
perilaku kehidupannya mempunyai nilai ibadah.Dan menjadikan Nabi Muhammad Saw
sebagai panutan hidup, suritauladan dalam beribadah yang hanya kepada-Nya. Berdasar
kepada penjelasan tersebut telah di turunkan sebuah Surat yang menyatakan:
إِلَى اللّهِ مَرْجِعُكُمْ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيرٌ
Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu. (Qs. Huud 11: 4)
informasi di atas dikutip melalui link - link berikut:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ibadat
https://cakmaryanto.wordpress.com/2012/08/01/manusia-makhluk-ibadah/
http://palembang.tribunnews.com/2018/09/05/tujuan-manusia-hanya-mengabdi-pada-allah-swt
https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2016/10/11/102431/ibadah-adalah-pembeda-seseorang-dalam-kehidupan.html
informasi di atas dikutip melalui link - link berikut:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ibadat
https://cakmaryanto.wordpress.com/2012/08/01/manusia-makhluk-ibadah/
http://palembang.tribunnews.com/2018/09/05/tujuan-manusia-hanya-mengabdi-pada-allah-swt
https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2016/10/11/102431/ibadah-adalah-pembeda-seseorang-dalam-kehidupan.html
Komentar
Posting Komentar